Unsur Intrinsik Novel Laskar Pelang
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Novel merupakan sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita. Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.Ketika seseorang membaca novel, terkadang mereka tidak mengerti betul jalur ceritanya. Atau bahkan mereka tidak bisa menentukan tema dari novel yang mereka baca itu. Terkadang seseorang membaca novel begitu saja, tanpa memerhatikan pesan yang tersurat dari novel tersebut.
Novel memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik. Dalam karya tulis ini akan dipaparkan unsur-unsur intrinsik dari sebuah novel. Unsur intrinsik terdiri dari tema, latar, alur, tokoh, penokohan, serta amanat. Dalam karya tulis ini, akan dipaparkan unsur intrinsik dari novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
B. Rumusan Masalah
- Apa Tema dari Novel Laskar Pelangi?
- Bagaimana alur cerita dalam Novel Laskar Pelangi?
- Apa latar cerita dari Novel Laskar Pelangi?
- Siapa saja Tokoh dan Penokohan dalam Novel Laskar Pelangi?
- Sudut Pandang apa yang digunakan dalam Novel Laskar Pelangi?
- Amanat apa yang tersurat atau tersirat dalam Novel Laskar Pelangi?
- Untuk mengetahui Tema dari Novel Laskar Pelangi.
- Untuk mengetahui alur cerita dalam Novel Laskar Pelangi.
- Untuk mengetahui latar cerita dari Novel Laskar Pelangi.
- Untuk mengetahui Tokoh dan Penokohan dalam Novel Laskar Pelangi.
- Untuk mengetahui Sudut Pandang yang digunakan dalam Novel Laskar Pelangi.
- Untuk mengetahui Amanat yang tersurat atau tersirat dalam Novel Laskar Pelangi.
- Supaya mengetahui Tema dari Novel Laskar Pelangi.
- Supaya mengetahui alur cerita dalam Novel Laskar Pelangi.
- Supaya mengetahui latar cerita dari Novel Laskar Pelangi.
- Supaya mengetahui Tokoh dan Penokohan dalam Novel Laskar Pelangi.
- Supaya mengetahui Sudut Pandang yang digunakan dalam Novel Laskar Pelangi.
- Supaya mengetahui Amanat yang tersurat atau tersirat dalam Novel Laskar Pelangi.
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penulisan
- Manfaat Penulisan
- Sistematika Penulisan
- Tema
- Alur
- Latar
- Tokoh & Penokohan
- Sudut Pandang
- Amanat
- Kesimpulan
- Saran
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tema Novel ini bertema tentang pendidikan. Namun terdapat pula sub bab yang bertemakan persahabatan, percintaan, ekonomi. Tapi yang lebih menonjol adalah tema pendidikan.
B. Plot (alur)
Pengenalan Situasi Cerita
Cerita diawali dengan dibukanya penerimaan murid baru di SD Muhammadiyah yang ada di Belitong. Sebuah daerah yang kaya akan sumber daya alamnya yaitu timah. Pagi itu, satu demi satu calon siswa yang didampingi oleh orang tuanya berdatangan mendaftarkan diri di sekolah yang hampir roboh dan mungkin sudah tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar-mengajar.
Awal ketegangan
Konflik pertama yang muncul dalam novel tersebut adalah ketika anak-anak yang mendaftar ke sekolah tersebut ternyata tidak mencukupi batas minimal atau persyaratan yang ditentukan oleh Pemerintah. Apabila hal tersebut tidak bisa ditangani, maka sekolah akan dibubarkan.
Puncak Konflik
Puncak konfliknya ialah setelah ditunggu hingga siang, ternyata jumlah pendaftar tidak lebih dari sembilan orang. Jumlah ini tentu saja belum mencukupi persyaratan Pemerintah. Hal ini tentu saja sangat mencemaskan Pak Harfan sang kepala sekolah dan Bu Muslimah sang guru. Sampai pada akhirnya Pak Harfan memutuskan untuk memberikan pidato sekaligus mengumumkan bahwa penerimaan siswa baru dibatalkan. Namun konflik selanjutnya yang secara garis besar melibatkan hampir semua tokoh ialah saat akan diadakannya lomba karnaval dan cerdas cermat antar sekolah.
Penyelesaian
Sesaat hampir saja Pak Harfan memulai pidatonya untuk memberitahuakan bahwa penerimaan siswa baru di SD Muhammadiyah dibatalkan, seorang ibu muncul untuk mendaftarkan anaknya (Harun) yang mengidap keterbelakangan mental. Tentu saja kedatangan Harun dan ibunya ini memberikan napas lega kepada Pak Harfan, Bu Muslimah dan juga para calon siswa serta orang tuanya. Harun telah menggenapi jumlah siswa untuk menghindarkan SD Muhammadiyah dari penutupan. Ketika akan mengikuti perlombaan, seperti cerdas cermat, keikutsertaan mereka sempat diragukan karena kekurangan dana serta fasilitas lainnya, akan tetapi, Bu Muslimah begitu yakin untuk tetap mengikuti perlombaan, akhirnya Bu Muslimah menunjuk beberapa anak untuk mengikuti perlombaan tersebut, dan akhirnya SD Muhammadiyah pun juara dalam pertandingan tersebut atas keyakinan dan kepercaya dirian mereka.
C. Latar Cerita
Latar Tempat
Latar tempat yang digunakan dalam novel ini adalah di sebuah sekolah bernama SD Muhammadiyah yang terletak di Belitong Timur, Sumatera Selatan. Namun, ada pula yang latarnya adalah di rumah, pohon, gua, tepi pantai, pasar dan lain-lain tapi masih di kawasan Belitong.
Latar Waktu
Novel ini dibuat berdasarkan kisah nyata walaupun ada sedikit imajinasinya, jadi latar waktu yang digunakan adalah sekitar tahun 1974-an.
Latar Suasana
Latar suasana yang ada dalam novel ini beragam dikarenakan konflik-konfik yang muncul juga beragam. Ada senang, sedih, hingga cemas. Berikut beberapa penggalan kisah yang menjelaskan suasana dalam novel :
1) Suasana Sedih. Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana sedih ialah saat Ikal, teman-temannya dan Bu Muslimah berpisah dari Lintang yang memutuskan berhenti sekolah karena harus mengurusi keluarga yang ditinggal mati ayahnya.
2) Suasana Senang. Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana senang ialah saat tim cerdas cermat SD Muhammadiyah berhasil memenangkan pertandingan.
3) Suasana Cemas. Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana cemas ialah saat Pak Harfan, Bu Muslimah dan calon murid SD Muhammadiyah beserta orang tuanya menunggu untuk melengkapi jumlah siswa menjadi 10 calon siswa yang mendaftar agar sekolah tidak ditutup.
D. Tokoh & Penokohan
- Ikal. Ikal merupakan tokoh utama. Di sekolah ia termasuk murid yang lumayan pandai, namun kepandaiannya masih di bawah dari temannya yaitu Lintang. Ia selalu berada di peringkat kedua di sekolah setelah Lintang. Ikal termasuk orang yang tidak mudah putus asa, selalu bersemangat melakukan hal yang ia sukai dan tegar. Ikal begitu menyukai puisi. Ikal diceritakan menyukai seorang gadis keturunan Tionghoa bernama A Ling. Ia sering sekali mengirimkan puisi tentang luapan perasaannya kepada A Ling.
- Taprani. Taprani merupakan sosok yang tampan, pendiam, santun, sangat berbakti kepada orang tua. Ia bercita-cita menjadi guru di daerah terpencil untuk memajukan pendidikan orang melayu pedalaman. Taprani selalu diperhatikan ibunya.
- Harun. Harun yang sudah mulai memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar pada usia lima belas tahun ini mengidap keterbelakangan mental. Sifatnya santun, pendiam, dan murah senyum. Laki-laki yang memiliki model rambut seperti Chairil Anwar ini hobi sekali mengunyah permen asam jawa. Ia pun selalu berpakaian rapi. Di kelas, ia sama sekali tidak bisa menangkap pelajaran membaca atau pun menulis. Ia pun sering kali bercerita tentang kucing belang tiganya yang melahirkan tiga anak yang juga bebelang tiga secara berulang-ulang.
- Lintang. Lintang merupakan anak yang paling jenius dan gigih di antara teman-temannya. Meski pun jarak rumahnya dari sekolah sangat jauh (80 km), ia tetap semangat untuk pergi ke sekolah dan menjadi anak yang paling pagi datang. Setiap berangkat sekolah, ia harus melalui jalan yang merupakan tempat buaya tinggal. Ayahnya adalah seorang nelayan miskin yang bertanggung jawab menafkahi empat belas nyawa yang tinggal di rumahnya. Di sekolah, Lintang begitu serius belajar dan aktif. Otaknya yang jenius dan cermat membawa tim SD Muhammadiyah menjadi pemenang dalam lomba cerdas cermat. Lintang sangat suka membaca dan mempelajari berbagai ilmu penngetahuan. Lintang pun tak segan membagi ilmunya kepada teman-temannya. Idenya sangat kreatif. Lucunya, kelihaiannya dalam berpikir tidak dibarengi dengan tulisan tangan yang indah.
- Mahar. Mahar memiliki bakat dalam bidang seni, baik itu menyanyi, melukis, seni rupa dan lain sebagainya. Pemikirannya imajinatif dan kreatif. Anak tampan ini termasuk orang yang menggemari dongeng-dongeng yang tak masuk akal (mungkin karena ia terlalu imajinatif). Mahar sering kali diejek dan ditertawakan teman-temannya karena pemikirannya dianggap aneh.
- Bu Muslimah. Wanita bernama lengkap N.A. Muslimah Hafsari ini adalah guru di SD Muhammadiyah. Ia sangat gigih dalam mengajar meski pun gajinya belum dibayar. Ia sangat berdedikasi terhadap dunia pendidikan dan dengan segenap jiwa mengajar murid-murid di SD Muhammadiyah. Wanita cantik yang menyukai bunga ini memiliki pendirian yang progresif dan terbuka terhadap ide-ide baru. Ia termasuk orang yang sabar dan baik hati.
- Pak Harfan. Pria bernama lengkap K.A Harfan Efendy Noor ini menjabat sebagai kepala SD Muhammadiyah. Bersama Bu Muslimah, ia tetap mempertahankan sekolah yang hamper ditutup karena kekurangan siswa. Pak Harfan juga memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan.
- A Ling. Gadis keturunan Tiongoa ini merupakan cinta pertama Ikal. Ia memiliki tubuh yang ramping dan tinggi. Anak dari pemilik toko Sinar Harapan ini ternyata juga menyukai Ikal. Namun sayangnya ia pindah ke Jakarta.
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama karena dalam penceritaan novel penulis menggunakan kata ‘aku’. Tokoh ‘aku’ dalam novel ini diceritakan paling dominan sehingga si tokoh ‘aku’ dapat dikatakan sebagai tokoh atau pelaku utama.
F. Amanat
Banyak sekali amanat yang terkandung dalam novel “Laskar Pelangi” ini. Diantaranya adalah :
- Jangan mudah menyerah oleh keadaan (jangan putus asa)
- Jauhi sifat pesimis
- Sebagai guru haruslah dengan ikhlas mengajar dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan.
BAB III
P E N U T U P
A. Kesimpulan
Novel ini bertema tentang pendidikan. Namun terdapat pula sub bab yang bertemakan persahabatan, percintaan, ekonomi. Sebagai alur, cerita diawali dengan dibukanya penerimaan murid baru di SD Muhammadiyah yang ada di Belitong. Konflik pertama yang muncul dalam novel tersebut adalah ketika anak-anak yang mendaftar ke sekolah tersebut ternyata tidak mencukupi batas minimal atau persyaratan yang ditentukan oleh Pemerintah. Puncak konfliknya ialah setelah ditunggu hingga siang, ternyata jumlah pendaftar tidak lebih dari sembilan orang. Jumlah ini tentu saja belum mencukupi persyaratan Pemerintah. Hal ini tentu saja sangat mencemaskan Pak Harfan sang kepala sekolah dan Bu Muslimah sang guru. Sesaat hampir saja Pak Harfan memulai pidatonya untuk memberitahuakan bahwa penerimaan siswa baru di SD Muhammadiyah dibatalkan, seorang ibu muncul untuk mendaftarkan anaknya (Harun) yang mengidap keterbelakangan mental. Latar tempat yang digunakan dalam novel ini adalah di sebuah sekolah bernama SD Muhammadiyah yang terletak di Belitong Timur, Sumatera Selatan. Novel ini dibuat berdasarkan kisah nyata walaupun ada sedikit imajinasinya, jadi latar waktu yang digunakan adalah sekitar tahun 1974-an. Latar suasana yang ada dalam novel ini beragam dikarenakan konflik-konfik yang muncul juga beragam. Ada senang, sedih, hingga cemas. Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama. Banyak sekali amanat yang terkandung dalam novel “Laskar Pelangi” ini. Diantaranya adalah : Jangan mudah menyerah oleh keadaan (jangan putus asa). Jauhi sifat pesimis. Sebagai guru haruslah dengan ikhlas mengajar dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan.B. Saran
Di dalam stiap novel atau cerita apa pun pasti terdapat pesan yang terkandung di dalamnya. Jadi apabila kita hendak membaca novel, maka kita harus pandai-pandai menentukan unsur intrinsiknya terutama amanat yang terkandung di dalam novel tersebut.






unsur ekstrinsik novel 5 cm yanng donggg
ReplyDeleteTerimakasih sudah berkunjung di blog Kami,,Nanti akan kami Update lagi :)
Delete