• Teknologi

    Postingan mengacu pada informasi pengembangan teknologi.

  • Informasi

    Memposting Informasi secara akurat dan terupdate setiap harinya.

  • Komunikasi

    Memberikan komunikasi yang baik terhadap para pembaca blog setia

  • Gudang Ilmu

    Insyallah memberikan ilmu yang bermanfaat kepada setiap pembaca blog

  • Kenapa Detik Informasi?

    Karena memberikan informasi secara cepat, akurat, dan dapat di pertanggungjawabkan

Saturday, October 25, 2014

Pengertian Pantun

             Pantun adalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama. Lazimnya puisi hanya terdiri atas 4 lari (baris) bersajak ab-ab atau aa-aa. Pada awal mulanya pantun merupakan sastra lisan, tapi kini pantun juga ada dalam bentuk tulisan. Keseluruhan bentuk pantun hanyalah berupa sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua dan biasanya tidak berhubungan secara langsung dengan bagian kedua. Baris ketiga dan keempat ialah bagian isi yang merupakan tujuan dari puisi tersebut.

Ciri - Ciri Pantun :

  1. Memiliki rima a-a-a-a, a-b-a-b, a-a-b-b, a-b-b-a
  2. Terdiri 4 baris dalam 1 bait
  3. Baris pertama & kedua merupakan sampiran
  4. Baris ketiga & keempat merupakan isi
Contoh pantun berima a-b-a-b : 
Kalau ada jarum yang patah
Jangan masukkan dalam peti
Kalau ada kata-kataku yang salah
jangan masukkan dalam hati

Contoh pantun berima a-a-b-b :
Kura-kura dalam perahu
Pura-pura tidak tahu
Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula

Jenis-jenis Pantun
Dilihat Dari Bentuknya 

Pantun Biasa 
Contoh  : 
Malam hari main kulintang
Ditemani sobat tersayang
Bagaimana hati tidak bimbang
Kepala botak minta dikepang
Pantun Seloka (pantun berkait)
Seloka ialah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja, karena pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
Ciri-ciri seloka :
  1. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait kedua.
  2. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait ketiga.
  3. Dan seterusnya.
      Contoh : 
Bait I
Taman melati di rumah-rumah (baris I)
Ubur-ubur sampingan dua (baris II)
Kalau mati kita bersama (baris III)
Satu kubur kita berdua (baris IV)
Bait II
Ubur-ubur sampingan dua (baris I)
Taman melati bersusun tangkai (baris II)
Satu kubur kita berdua (baris III)
Kalau boleh bersusun bangkai (baris IV)
  • Talibun
Talibun adalah pantun yang jumlah barisnya lebih dari 4 baris dan satu bait pantun talibun harus genap tiap barisnya, misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Dengan catatan :
JIka satu bait berisi 6 baris, maka 3 baris pertama ialah sampiran dan 3 baris sisanya ialah isi. Sedangkan untuk sajaknya menjadi a-b-c-a-b-c.
Jika satu bait berisi 8 baris, maka 4 baris pertama ialah sampiran dan 4 baris sisanya ialah isi. Sedangkan untuk sajaknya menjadi a-b-c-d-a-b-c-d.
Contoh pantun seloka 6 baris:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli
Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari
Induk semang cari dahulu
  • Pantun Kilat (karmina)
Ciri-cirinya :
  1. Setiap bait terdiri dua baris.
  2. Baris pertama merupakan sampiran, baris kedua merupakan isi.
  3. Bersajak a-a.
  4. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
Contoh:
Dahulu parang, sekarang besi
Dahulu sayang, sekarang benci 

Dilihat Dari Isinya 


  • Pantun Anak-anak
Contoh :
Elok Rupa kembang jati
Dibawa itik pulang petang
Tidak terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang
  • Pantun Orang Muda / Remaja
Contoh:
Naik Motor merknya Honda
Pergi sebentar kerumah Hanapi
Bila cinta mekar di dada
Siang terkenang malam termimpi
  • Pantun Orang Tua
Contoh:
Supaya tangan tidak terluka
Jangan dikepit hulunya kapak
Supaya Tuhan tidak murka
Jangan sakiti Ibu dan Bapak
  • Pantun Jenaka
Contoh:
Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan sepat nyangkut dijaring
Perut sakit menahan tawa
Melihat gigi asu loncat ke piring
  • Pantun Teka-teki
Contoh:
Tuan puteri belajar menari
Diajari oleh pak Harun
Kalau tuan bijak bestari
Apa yang naik tapi tak bisa turun


Sumber



Share:

Teks Anekdot - Bahasa Indonesia

              Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu yang diceritakan kembali tapi "terlalu bagus untuk nyata". Terkadang menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat karakter dengan ringan sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang langsung pada intinya.

Berikut bagian dari teks anekdot :

Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.

Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini. 

Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.

Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi. 

Berikut Contoh Teks Anekdot
***
Seorang Jendral Angkatan Darat bernama AB yang begitu OK Sekaligus menyeramkan sedang duduk ditemani Seorang Jendral Marinir dan Angkatan Laut Laksamana, duduk untuk membahas siapa Tentara terbaik dan paling berani. Kemudian Komandan AB berdiri untuk mengumumkan kepada Groupnya " Prajurit saya paling terbaik di Dunia ". 
Dan dua Komandan lainnya pun tidak mau kalah, masing-masing memanggil Prajurit terbaiknya. 
Kemudian Komandan AB menyuruh anak buahnya " Aku ingin kalian pergi menuruni Tebing dan berenang di perairan 10 Mil penuh Ikan Hiu dan memanjat Tebing dan kembali dengan membawa sebuah Bola diatas Tebing tersebut! Cepat laksanakan! Bentak Komandan AB kepada Anak Buahnya. Segera kami laksanakan Komandan! Jawab kedua Prajurit tersebut tak mau kalah galaknya. 
Kemudian ke dua Prajurit tersebut berenang sambil memukul Off  Hiu dengan tangan kosong (keren banget nih Prajurit). Setelah berhasil melewati Ikan Hiu itu, kedua Prajurit tersebut mendaki mencapai Tebing dan berhasil membawa Bola dan kembali turun ke bawah dengan begitu cepat, lalu memberikan Bola tersebut kepada Komandannya (AB). 
Ini Komandan kami telah berhasil membawa Bola ini (Dengan bangganya ke dua Prajurit tersebut). Lalu Komandan AB berkata " Kalian memang sangat Gentleman! Tetapi mengapa waktunya begitu cepat dari waktu yang ditentukan? Apakah sepulang dari mengambil Bola, kalian tidak bertemu Ikan Hiu lagi?
Lho! Bagaimana mau bertemu Ikan Hiu lagi, kami kan dari Tebing langsung menggunakan Parasut (ujar kedua prajurit tersebut tanpa rasa bersalah). 
Komandan AB : Grrrr! Mengapa kalian membuat malu didepan rekan-rekanku, seharusnya kalian jangan bilang pakai Parasut (Sambil bisik-bisik ditelinga kedua Prajurit tersebut). 


Wow! Gimana nih Pak? Katanya kedua Prajurit Bapak terbaik di Dunia? Prajuritnya saja tidak baik, bagaimana dengan Komandannya yah.

***
Untuk memperingati "Hari Pendidikan Nasional", Presiden Planet Keron didaulat menjadi guru kehormatan di suatu sekolah dasar unggulan. Sekolah dasar unggulan ini menjadi tempat belajar bagi siswa-siswa paling cerdas se antero negeri, tapi IQ yang tinggi mempunyai "cacat bawaan" yaitu siswa-siswa disini terkenal cerdas tapi bandel (nakal) luar biasa. 

Para staff Presiden telah memperingatkan hal ini, tapi Presiden tetap bersikeras mengajar disana karena menurutnya lebih mudah mengajar siswa-siswa cerdas ketimbang siswa biasa. Beliau memilih mata pelajaran Kimia dasar dan pengajaran moral mengenai "Bahaya alkohol bagi kesehatan makhluk hidup", beliau memilih pengajaran praktek langsung. Maka dikumpulkanlah para siswa disuatu Lab Kimia, peralatan uji coba pun telah disiapkan berupa 2 gelas pirex dengan isi berbeda. 1 gelas diiisi air putih biasa, sedangkan gelas lainnya diisi oleh alkohol dengan kadar hampir 100%. Percobaan menggunakan 2 cacing tanah hidup, setelah puas dengan semua persiapan Presiden membuka pengajaran :

Presiden : "Selamat pagi anak-anak !"

Para siswa : "PAGI BAPAK PRESIDEN !!"

Presiden : "Anak-anak, bapak datang kemari kali ini bukan sebagai presiden kalian. Akan tetapi bapak sekarang berperan sebagai guru istimewa kalian, apa kalian mengerti?, kalau mengerti sebut bapak dengan Pak Guru!" 

Para siswa: "MENGERTI PAK GURUUUUU !!!" 

Presiden/pak guru : "Baiklah mari kita mulai, bapak akan mengadakan sedikit percobaan. Setelah percobaan selesai, coba kalian simpulkan sendiri apa yang bapak coba sampaikan. 2 gelas ini isinya berbeda, gelas nomer 1 berisi air biasa dan gelas nomer 2 berisi alkohol murni, coba kalian perhatikan baik-baik !"

Percobaan dimulai dengan memasukan 1 cacing kedalam gelas yang berisi air, cacing itu menggeliat-geliat didalam air masih tetap hidup.

Para siswa : "OOOHHH!!" 

Presiden/pak guru memasukan cacing yang lain kedalam gelas yang berisi alkohol murni, cacing itu meronta-ronta dan akhirnya mati lemas dalam gelas

Para siswa : "WOOOW!!" 

Puas dengan reaksi para siswa, Presiden/pak guru mengeluarkan pertanyaan :

Presiden/pak guru: " Nah anak-anak, percobaan telah selesai. Coba diantara kalian apakah ada yang bisa menyimpulkan isi pesan dari percobaan yang barus saja bapak lakukan?!, ada hadiahnya lo bagi yang bisa jawab" 

Tiba-tiba dari arah deretan bangku paling belakang, seorang siswa laki-laki langsung berdiri menaiki meja dan mengacungkan jarinya ingin menjawab pertanyaan "pak guru":

Siswa pintar : "SAYA!...SAYA DAPAT JAWAB PAK GURU!!!.....MINUM ALKOHOL DAPAT MENCEGAH KITA CACINGAN !!!" 

Presiden/pak guru : "Wadoooh, tobaaattt !!!" 

Mendengar jawaban Presiden langsung pingsan, para pengawalnya langsung bergerak menolong dan sebagian lagi sibuk "mengamankan" siswa yang tadi menjawab pertanyaan Presiden.

***

Share:
AgungTriatmaja. Powered by Blogger.

Popular Posts