Ciri - Ciri Pantun :
- Memiliki rima a-a-a-a, a-b-a-b, a-a-b-b, a-b-b-a
- Terdiri 4 baris dalam 1 bait
- Baris pertama & kedua merupakan sampiran
- Baris ketiga & keempat merupakan isi
Kalau ada jarum yang patah
Jangan masukkan dalam peti
Kalau ada kata-kataku yang salah
jangan masukkan dalam hati
Kura-kura dalam perahu
Pura-pura tidak tahu
Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula
Jenis-jenis Pantun
- Seloka ialah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja, karena pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
- Ciri-ciri seloka :
- Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait kedua.
- Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait ketiga.
- Dan seterusnya.
Contoh :
- Bait I
- Taman melati di rumah-rumah (baris I)
- Ubur-ubur sampingan dua (baris II)
- Kalau mati kita bersama (baris III)
- Satu kubur kita berdua (baris IV)
- Bait II
- Ubur-ubur sampingan dua (baris I)
- Taman melati bersusun tangkai (baris II)
- Satu kubur kita berdua (baris III)
- Kalau boleh bersusun bangkai (baris IV)
- Talibun
- Talibun adalah pantun yang jumlah barisnya lebih dari 4 baris dan satu bait pantun talibun harus genap tiap barisnya, misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
- Dengan catatan :
- JIka satu bait berisi 6 baris, maka 3 baris pertama ialah sampiran dan 3 baris sisanya ialah isi. Sedangkan untuk sajaknya menjadi a-b-c-a-b-c.
- Jika satu bait berisi 8 baris, maka 4 baris pertama ialah sampiran dan 4 baris sisanya ialah isi. Sedangkan untuk sajaknya menjadi a-b-c-d-a-b-c-d.
- Contoh pantun seloka 6 baris:
- Kalau anak pergi ke pekan
-
- Yu beli belanak pun beli
-
- Ikan panjang beli dahulu
-
- Kalau anak pergi berjalan
-
- Ibu cari sanak pun cari
-
- Induk semang cari dahulu
- Pantun Kilat (karmina)
- Ciri-cirinya :
- Setiap bait terdiri dua baris.
- Baris pertama merupakan sampiran, baris kedua merupakan isi.
- Bersajak a-a.
- Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
- Contoh:
- Dahulu parang, sekarang besi
-
- Dahulu sayang, sekarang benci
- Pantun Anak-anak
- Contoh :
- Elok Rupa kembang jati
- Dibawa itik pulang petang
- Tidak terkata besar hati
- Melihat ibu sudah datang
- Pantun Orang Muda / Remaja
- Contoh:
- Naik Motor merknya Honda
- Pergi sebentar kerumah Hanapi
- Bila cinta mekar di dada
- Siang terkenang malam termimpi
- Pantun Orang Tua
- Contoh:
- Supaya tangan tidak terluka
- Jangan dikepit hulunya kapak
- Supaya Tuhan tidak murka
- Jangan sakiti Ibu dan Bapak
- Pantun Jenaka
- Contoh:
- Ikan gabus di rawa-rawa
- Ikan sepat nyangkut dijaring
- Perut sakit menahan tawa
- Melihat gigi asu loncat ke piring
- Pantun Teka-teki
- Contoh:
- Tuan puteri belajar menari
- Diajari oleh pak Harun
- Kalau tuan bijak bestari
- Apa yang naik tapi tak bisa turun
- Sumber






0 komentar:
Post a Comment