Pengertian
Senam lantai merupakan rangkaian berbagai gerakan yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini adalah kebugaran jasmani yang menjadi tujuan dari aktivitas senam yang dilakukan. Senam lantai dilakukan dengan kombinasi terpadu.
Senam lantai merupakan salah satu bagian dari senam artistik. Demikian juga dengan senam ketangkasan. Hal tersebut dikarenakan dalam beberapa gerakan senam lantai terdapat gerakan tumbling dan akrobatik. Oleh karena itu, senam lantai dengan senam ketangkasan merupakan satu kesatuan gerak.
Ada 4 Bentuk Latihan
Senam Ketangkasan sebagai berikut :
1.
Latihan gerak guling depan (Forward Roll)
Guling ke
depan adalah berguling ke depan atas bagian belakang badan ( yaitu: tengkuk,
punggung, pinggang dan panggul bagian belakang). Latihan berguling ke depn
dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: Guling ke depan dengan sikap awal
jongkok dan guling ke depan dengan sikap awal berdiri.
Cara melakukan guling ke depan:
1.
Mula-mula sikap
jongkok, kedua kaki rapat lalu letakkan lutut di dada dan kedua tangan menumpu
di depan ujung kira-kira 40 centi meter.
2.
Bengkokkan kedua
tangan lalu letakkan pundak pada matras lalu menundukkan kepala mulai bahu
sampai ke dada.
3.
Lanjutkan dengan
melakukan gerakan berguling ke depan, ketika panggul menyentuh matras,
peganglah tulang kering dengan kedua tangan menuju posisi jongkok.
4.
Cara
memberikan bantuan guling depan:
1.
Peganglah bagian
belakang kepala pesenam (membantu menekukkan) dan menolak pada kedua lutut.
2.
Doronglah
punggung pesenam pada saat akan duduk
3.
Angkat panggul
dengan menempatkan tangan di sisi kedua paha
4.
Bantulah
menekukkan kepala dan menempatkannya di lantai di antara kedua tangan
2. Latihan Tangan (Handspring)
Yang dimaksud dengan gerakan lenting tangan adalah suatu bentuk
gerakan melentingkan badan dengan terlebih dahulu bertumpu pada kedua belah
telapak tangan. Cara melakukan lenting tangan (Handspring) adalah sebagai
berikut:
Sikap Awal:
1.
Berdiri tegak,
kaki rapat
2.
Pandangan ke
depan sambil berkonsentrasi untuk melakukan gerakan yang akan dilakukan.
Gerakan Inti:
1.
Lakukan awalan
beberapa langkah
2.
Langkah terakhir
, kaki yang belakang berjingkat. Kaki tungkai yang berada di depan ayunkan ke atas
disertai dengan ayunan kedua lengan lurus ke atas.
3.
Tolakkan kaki
yang berada di depan, kemudian lemparkan ke belakang atas tungkai yang berada
di belakang. Ke dua telapak tangan bertumpu selebar bahu, tumpuan ini hanya
sebentar, kaki tumpu ayunkan ke atas, badan melayang dengan kedua tungkai
rapat.
4.
Mendarat dengan
kedua kaki, badan melenting seperti busur, kedua tangan lurus ke atas.
3. Guling lenting (neckspring)
Guling lenting adalah gerakan tubuh melenting ke
depan atas yang dimulai dari dahi dilanjutkan melenting ke atas, kepala, bahu,
pinggang pinggul, dan kedua tungkai serta kedua lengan ikut melenting ke atas
pula sampai pada kedua kaki mendarat secara bersama-sama.
Cara melakukan Guling Lenting:
1.
Berdiri tegak
dengan kedua lengan lurus di samping badan, pandangan ke depan.
2.
Langkahkan kaki
kiri ke depan satu langkah, kemudian lutut tungkai kiri ditekuk dan tungkai
kanan lurus ke belakang.
3.
Angkat kedua
tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan pada matras.
4.
Tekuk kedua siku
ke samping, masukkan kepala diantara kedua tangan. Posisi kedua telapak tangan
dan letak dahi segaris lurus.
5.
Lemparkan kaki
ke atas depan, disusul dengan lentingan tungkai kaki kiri, pinggul, tubuh
mengikuti lentingan ke atas, kedua lengan lurus ke atas depan.
6.
Kedua kaki rapat
dan mendarat di matras secara bersama-sama.
7.
Kembali ke sikap
awal.
4. Meroda
Meroda adalah gerakan memutar ke samping, pada satu saat
bertumpu dengan kedua tangan dengan kaki terbuka lebar (mekangkang). Gerakannya
menyerupai roda yang berputar. Gerakan meroda merupakan rangkaian gerakan dari
macam-macam gerakan lain pada senam lantai.
Latihan gerakan meroda adalah sebagai berikut:
1.
Latihan bertumpu
pada satu tangan
2.
Latihan mendarat
3.
Latihan membuka
kaki
4.
Latiahan awal
dengan gerakan segaris.
5.
Kesalahan yang
sering terjadi pada saat latihan meroda adalah:
6.
Lemparan kaki
kurang kuat
7.
Lemparan kaki
melengkung kea rah depan
8.
Peletakan tangan
di lantai terlalu rapat.
9.
Siku kurang kuat
saat menumpu.
10. Sikap kaki saat mendarat kurang lebar.
Kesalahan yang sering terjadi pada saat latihan
meroda adalah:
1.
Lemparan kaki
kurang kuat
2.
Lemparan kaki
melengkung kea rah depan
3.
Peletakan tangan
di lantai terlalu rapat.
4.
Siku kurang kuat
saat menumpu.
5.
Sikap kaki saat
mendarat kurang lebar.
a










0 komentar:
Post a Comment